Sa’ad bin Abi Waqqash, Penunggang Kuda yang Piawai

Yuk kita kenal lagi Sa’ad bin Abi Waqqash!

Nama beliau adalah Sa’ad bin Abi Waqqash (Malik) bin Uhaib (menurut versi yang lain: Wuhaib) bin ‘Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah, Az-Zuhri Al-Qurasyi, Abu Ishaq. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Kilab bin Murrah.

Ayahnya bernama Malik yang dikenal dengan julukan Abu Waqqash. Ibunya bernama Hamnah binti Sufyan bin Umayah bin Abdi Syams, anak perempuan dari paman Abu Sufyan bin Harb bin Umayah. Sa’ad bin Abi Waqqash lahir dua puluh satu tahun setelah peristiwa Gajah.

Musa bin Thalhah mengatakan, “Ali, Zubair, Thalhah, dan Sa’ad adalah orang-orang sebaya yang dekat usianya.”

Keutamaan Sa’ad bin Abi Waqqash
  1. Ia termasuk golongan yang lebih dahulu masuk Islam. Sa’ad masuk Islam ketika berusia 19 tahun.
  2. Ia juga terlibat dalam perang Badar dan Uhud. Ia termasuk kalangan yang bertahan pada perang Uhud.
  3. Hijrah ke Madinah sebelum kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. Beliau adalah orang pertama yang melesakkan anak panah di jalan Allah, ia dikenal sebagai ahli memanah yang jitu.
  5. Beliau adalah farisul Islam (penunggang kuda yang piawai). Sa’ad mengikuti perang penaklukan Iraq, memimpin pasukan melawan Persia, menjadi komandan pasukan perang Qadisiyah, lalu diangkat menjadi gubernur Kufah di masa Utsman (tetapi dimutasi pada tahun 25 H).
  6. Beliau adalah salah satu dari enam orang yang dipilih oleh Umar untuk mengadakan musyawarah penetapan khalifah pengganti Umar.
  7. Sa’ad itu dikenal mustajab doanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendoakannya, “Ya Allah, kabulkanlah doa Saad ketika ia berdoa kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi)
  8. Sa’ad tidak mengikuti perselisihan yang terjadi pada berbagai pihak setelah terbunuhnya Utsman, dan menyuruh keluarganya untuk tidak memberitahukan kepadanya tentang apa pun yang terjadi di antara pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan sampai umat Islam sepakat pada satu imam.

Diriwayatkan dari ‘Ali yang mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan jaminan bagi seseorang setelah Sa’ad. Aku mendengar beliau bersabda kepadanya: “Lesakkan anak panah dan ibuku jaminanmu (ungkapan penegasan).” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, yang menuturkan, “Kala Sa’ad datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ini pamanku, hendaknya orang memperlihatkan kepadaku siapa pamannya (khalah, paman dari jalur ibu).” (HR. Tirmidzi)

Sa’ad bin Abi Waqqash wafat pada tahun 55 Hijriyah menurut pendapat yang paling sahih, dalam usia 87 tahun. Beliau adalah orang terakhir yang  wafat di antara sepuluh orang yang dijamin masuk surga.

Sa’ad bin Abi Waqqash menikah dengan 12 istri, memiliki 19 putra dan 19 putri.

Baca juga: 

Referensi:

Profil Keluarga 30 Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Dijamin Masuk Surga. Dr. Jasim Muhammad Badr. Penerbit Kiswah.

Sumber https://rumaysho.com/27093-saad-bin-abi-waqqash-penunggang-kuda-yang-piawai.html

admin.adzdzikri

Adz Dzikri Peduli | Peduli Tumbuhkan Asa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *